RSS

Resensi Che Biopic

CHE Biopic

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 22, 2011 in Uncategorized

 

Tag:

Pengantar New Criticism Afro American

New Criticism merupakan aliran kritik sastra di Amerika Serikat yang berkembang antara 1920-1960. Istilah New Criticism pertama kalai dikemukakan oleh John Crowe Ransom dala bukunya ”The New Criticism” (1940) dan ditopang oleh I.A. Richard melalui bukunya ”Principles of Literary Criticism” (1924) dan ”Science and Poetry” (1926) juga T.S. Elliot. Sejak Cleanth Brooks dan Robert Penn Warren menerbitkan buku “Understanding Poetry” (1938), model kritik sastra ini mendapatkan perhatian yang luas di kalangan akademisi dan pelajar Amerika selama dua dekade. Penulis New Criticsm lainnya yang penting adalah, Allen Tte, R.P. Blackmur dan William K Wimsatt, Jr.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2011 in Uncategorized

 

Tag: ,

CHE Biopic: Film Legenda Perjalanan Revolusioner Che Guevara

Cerita mengenani dirinya memang tiada habisnya dan tak ada bosannya, mulai sepak terjangnya sebagai s eorang revolusioner marxis-Leninisme, statusnya s ebagai dokter sampai hobi berkelananya dengan m otor yang mengantarkan dia menjadi legenda perang g gerilya internasional. kisahnya pula telah banyak m engilhami film tentang dirinya.

Adalah Steven Soderbergh, salah satu sutradara yang mengangkat kembali perjalanan revolusioner sang dokter dalam sebuah karya film biopic CHE yang terdiri dari dua bagian film yang dibintangi Benecio Del Toro yang meraih prix d’interpretation masculine (aktor terbaik) dalam festival film Cannes.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2011 in Uncategorized

 

Tag: , ,

Manusia di Tengah Badai Revolusi

PERCIKAN-REVOLUSI-SUBUH

Judul buku : Percikan Revolusi Subuh; kumpulan Cerita Pendek

Penulis : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit : Hasta Mitra, 2011

Perang Dunia kedua (1939-1945) merupakan salah satu perang terdahsyat dalam sejarah peradaban modern. Sejarah mencatat pula, perang tersebut kemudian memicu bangkitnya nasionalisme negeri-negeri terjajah di Asia dan Afrika untuk melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Di Indonesia, setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Soekarno-Hatta menyatakan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. dan kemudian meletuslah ”revolusi kemerdekaan” (1945-1949).

Melalui buku percikan Revolusi Subuh; Kumplan Cerita Pendek Revolusi (Hasta Mitra 2001), pengarang terkemuka kita yang berulang kali dinominasikan meraih Hadiah Nobel Sastra, Pramoedya Ananta Toer, menuliskan kesaksiannya mengenai sisi gelap revolusi. Buku ini berasal dari dua kumpulan cerita pendek yang pernah terbit puluhan tahun silam dan kemudian disatukan: Percikan Revolusi (1950) dan Subuh (1951).

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 22, 2011 in Uncategorized

 

Novel Max Havelar; Sebuah Tinjauan Postkolonialis

Untuk zamannya MH dikenal sebagai novel yang inovatif dalam struktur naratifnya. Sastrowardoyo (1983: 46 ) berpendapat bahwa MH yang tampil dengan bahasa sehari-hari memiliki bahasa yang tidak terpulas-pulas serta susunan dan jalan cerita yang seolah-olah terbengkelai mengagetkan dunia sastraBelanda yang pada waktu itu masih terikat oleh adat bahasa yang usang. Dalamteks MH pembaca akan menjumpai puisi-puisi berbahasa non-Belanda.

Dalammenyampaikan pendapat terhadap permasalahan tertentu, misal sastra atau kolonialisme Max Havelaar —selanjutnya disingkat dengan MH— tidak segansegan menggunakan kutipan karya sastra. Disamping itu, kutipan yang dibiarkannya dalam bahasa aslinya, memberikan keanekaragam bahasa dalam MH. Sajak berbahasa Perancis maupun Jerman akan ditemukan dalam novel berbahasa Belanda ini tanpa diberikan terjemahannya secara langsung. Terjemahan ada dalam daftar lampiran atau lijst van noten. Kepintaran Multatuli merangkaikan karya sastra Melayu maupun Hindia Belanda dalam kesatuan cerita Max Havelaar memberikan warna sastra pada novel ini. Sajak-sajak dalam “ Saijah dan Adinda” yang menurut Du Peroon aslinya berbahasa Melayu, dinilai Sastrowardoyo (1983:60-64), telah mendapatkan dimensi politik kolonial Hindia Belanda di tangan Multatuli. Kutipan karya pengarang lain ini dipadukan, diramu ke dalam satu kesatuan cerita dan mendapatkan arti/fungsi di dalam struktur novel tersebut.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 22, 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

ANALISIS KONFLIK SOSIAL DAN POLITIK DALAM NOVEL “SAMAN” KARYA AYU UTAMI Tinjauan Sosiologi Sastra dan Marxis

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Runtuhnya rezim orde baru tahun 1998 tidak hanya membawa kebebasan untuk bersuara, berpendapat dan berekspresi, Namun juga turut mempengaruhi perkembangan sastra Indonesia. Perkembangan ini ditandai dengan banyak bermunculan pengarang dan sastrawan baru yang kritis dan lugas dalam mengeluarkan karya-karya sastra yang bersifat experimental dengan menyuarakan kondisi-kondisi sosial yang selama ini menjadi hal tabu untuk dibicarakan untuk diangkat sebagai karya sastra. Banyak karya sastra pada zaman orde baru yang dicekal dan dilarang bahkan untuk menyimpan atau sekadar membaca karena dianggap tidak sesuai dengan rezim. Mungkin itu sebabnya ketika orde baru tumbang dan Soeharto dipaksa turun dari singgasananya dan militer tak bisa terlalu dominan dalam kehidupan politik di negeri ini buku-buku kiri yang tadinya dilarang dan hanya bisa diakses secara sembunyi-sembunyi dengan resiko hukuman penjara diterbitkan kembali secara luas dan ternyata laris manis (Anton Kurnia: 54-55,2004). Kini setelah reformasi orang bebas untuk membaca, memiliki, tanpa takut untuk dan sembunyi-sembunyi dan sekarang banyak kita jumpai serta diperjual-belikan di toko-toko buku. Novel-novel seperti karya Pramoedya Ananta Toer adalah contoh diantaranya, paling sering kena cekal dan dilarang terbit kini banyak kita temui di toko buku dan sangat menjamur.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , , ,

Puisi Kecoa Pembangunan W.S. Rendra

Puisi Kecoa Pembangunan pernah dibawakan oleh Almarhum Rendra pada konser Kantata Takwa di Senayan Jakarta, 6 Juli 1998. Namun dalam konser akbar tersebut, pertunjukan konser tidak bisa dilanjutkan karena penontong dan aparat bentrok. Puisi kala itu dibacakan ditengah-tengah lagu Balada Pengangguran. Seperti diketahui Rendra termasuk dalam salah satu grup musik yang digawangi Setiawan Djodi, Iwan Fals, Sawung Jabo dkk, yang saat itu lagu-lagunya selalu bertemakan kritik sosial dan rezim orde baru. Kecoa Pembangunan sendiri secara langsung menyindir Soeharto sebagai pemimpin tertinggi rezim orde baru saat itu, yang jugs sering dijuluki sebagai Bapak Pembanngunan Orde Baru. Namun pembangunan orde baru yang sering didengung-dengunkan ternyata pembangunan yang timpang, penuh monopoli, bersifat militeristik, penggusuran dan berlumuran darah.

KECOA PEMBANGUNAN
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.